Projek Pribadi Hari Ini:
MEMAMPUKAN DIRI, BUKAN MENSYARATKAN KEMUDAHAN
Sahabatku yang baik hatinya, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …
... Tuhanku, aku sering merasa gamang dan tak bertindak, seperti orang yang tak dapat memperbaiki atap yang bocor saat hujan, tapi merasa tak perlu memperbaiki atap saat tidak hujan.
Aku sering menuntut keadaan menjadi mudah, tapi lupa menuntut diriku untuk menjadi lebih mampu.
Aku hanya mengeluhkan besarnya masalah, tapi lalai menjadikan diriku lebih kuat.
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Maafkanlah ketidak-masuk-akalanku selama ini, dan hari ini aku mohon Engkau mentenagai kesungguhanku untuk melakukan yang bisa kulakukan tanpa menunda, untuk melihat kesulitan sebagai perintah memampukan diri, dan menyikapi kesedihan sebagai undangan agar aku memperkuat hatiku.
Hari ini aku akan menghentikan kebiasaan memprotes kehidupan, mencibir karena iri terhadap orang yang lebih berhasil dariku, menghujat orang yang kutuduh mempersulit kehidupanku, memusuhi orang yang tidak membantuku, dan mencemooh orang yang menasihatiku.
Hari ini aku akan mengambil tanggung-jawab sepenuhnya atas kebaikan hidupku.
Aku akan segera bekerja, saat aku merasa kehidupan ini lamban.
Aku akan meramahkan wajah, suara, dan pendekatanku, saat aku merasa kehidupan ini tidak ramah.
Aku akan bekerja menguntungkan sesamaku, saat aku merasa dunia kurang memberi yang kubutuhkan.
Tuhan, rahmatilah upayaku untuk menjadi pribadi yang mampu membiayai dan menjayakan kehidupanku sendiri.
Tuhanku Yang Maha Besar,
Jadikanlah aku sekuat-kuatnya pribadi yang Kau restui upayanya untuk membangun kehidupan yang damai, penuh cinta, sejahtera, dan bermasa tua yang sehat dan ceria dengan belahan jiwa yang menghadiahi aku anak-anak, menantu, dan cucu-cucu yang sehat, lucu dan imut, dan yang baik pekertinya.
Ooh Tuhanku … betapa aku merindukan pembahagiaanMU …
Aamiin
----------------
Jika karena kesibukan, Anda tidak sempat mendampingi kata 'Aamiin' dari para sahabat kita, mohon Anda berkenan untuk 'Like' status ini agar lebih besar jumlah jiwa yang bersama-sama menaikkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Pengabul Doa.
Sesungguhnya, "semakin banyak yang berdoa, semakin baik bagi yang berdoa."
Semoga kebaikan dilimpahkan kepada Anda dan keluarga tercinta hari ini dan seterusnya.
Aamiin
Mario Teguh - Loving you all as always
----------------
Anda yang sedang sendiri atau yang sudah berpasangan, yang ingin membangun pribadi yang mudah dicintai, bergabunglah dalam LovenHoney Club.
Mohon Anda baca dekripsinya di
http://www.facebook.com/notes/mario-teguh/lovenhoney-club-membangun-diri-yang-mudah-dicintai/10150524883549405
Kita akan terlibat dalam program-program online dan pertemuan fisik (kopi darat) untuk membangun kepribadian yang mudah dicintai dan berkapasitas besar untuk dicintai.
MUHAMMAD MUZAYYIN RUKHAN lahir di Kediri 2 April l950 kakek dari empat cucu, fasa, sifa, hanum dan nisa’. pensiunan pelatih motivator program keluarga berenca nasional sekarang aktif dalam kegiatan pelayanan umat, seorang khatib masjid jamik Mambaul Ulum, menyisakan umurnya untuk menuntun umat meniti dan kembali kejalan Allah
Cari Blog Ini
Kamis, 02 Februari 2012
Kamis, 19 Januari 2012
baru kata bijak
Manusia tak lepas dari problema, permasalahan dan dinamika kehidupan. Hanya orang-orang yang mampu menyikapi dengan bijak lah yang mampu bertahan.
Bagi Anda yang tengah mencari kata-kata motivasi, atau kata-kata bijak untuk memotivasi, baik itu buat teman-teman yang tengah di rundung kesulitan atau permasalahan, ataupun untuk diri anda sendiri yang tengah terombang-ambing dalam kegalauan, atau juga untuk di koleksi sebagai bahan renungan, Anda kamu telah tepat masuk ke sini.
Kata-kata bijak ini khusus buat anda, dikumpulkan dari berbagai sumber yang sangat kredibel dalam memberikan berbagai petuah atau kata-kata bijaksana.
KATA-KATA MUTIARA BIJAK
kata-kata bijak
Setiap orang seharusnya melakukan 2 hal dengan kesungguh-sungguhan : mengerjakan hal yang sangat ia sukai, dan mengerjakan hal yang sangat ia benci.
Kemarahan adalah keadaan dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran, dan tindakan lebih cepat dari nurani.
Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.
Kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak investasi yang dia lakukan untuk memperoleh uang, tetapi seberapa besar investasi yang dia lakukan untuk memperoleh akhirat.
Senyum adalah anugrah Tuhan bagi setiap manusia yang mengandung cahaya kebaikan dan kesucian, membawa kedamaian bagi yang melihat, dan menumbuhkan welas asih bagi yang memberi. Maka tersenyumlah kepada semua orang.
Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri.
Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan ataupun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.
Betapa sulitnya manusia bersyukur atas nafas yang masih berhembus di badan. Namun betapa mudahnya manusia mengeluh hanya karena kakinya menginjak kotoran.
Apapun yang terjadi pada anda esok hari itu karena apa yang anda lakukan hari ini.
Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan.
Kepada orang bodoh sekalipun TUHAN mengirimkan keberuntungan, kepada orang gila sekalipun TUHAN memberikan rejeki kehidupan.
Saat kita menatap ke belakang sesungguhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan membangun masa depan.
Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.
Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
Duri dalam kaki sulit ditemukan, Apalagi duri dalam hati. Jika ada orang yang melihat duri di hatinya, mana mungkin kesedihan akan berkuasa?
Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan.Ada tangan kanan,ada tangan kiri.Ada yang pintar,ada yang bodoh.Jangan bilang kau tak pernah mengecap manisnya keberhasilan,jangan bilang kau gak pernah mengecap pahitnya kegagalan.Tapi biarlah semua seperti air mengalir dan lakukanlah yang terbaik didalam keseharianmu
Jika kamu takut melangkah, lihatlah bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Niscaya akan kau temukan, bahwa setiap manusia pasti akan jatuh. Hanya manusia terbaik lah yang mampu bangkit dari ke jatuhannya.
Tuhan adalah sebagaimana yang kamu pikirkan, Jika kau berpikir Tuhan itu Baik, maka Tuhan akan baik padamu. Namun jika kamu pikir Tuhan itu Buruk, maka Tuhan akan memperlakukan mu dengan Buruk.
Jika kamu tidak suka apa yang ada di sekeliling mu, ubahlah, setidaknya ubahlah dirimu sendiri. Ingat, kamu bukan sebatang pohon.
Manusia terbaik adalah yang selalu berusaha membuat orang lain senang. Lakukanlah walaupun kamu harus meninggalkan mereka dan sendirian.
Kelebihan kita adalah, kita mampu memulai, dan kita juga mampu untuk MENGAKHIRI.
Kita Selalu punya pilihan tiap hari. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok.
Jika kamu melihat dunia, maka lihatlah kebawah, karena jika kau menengadah, maka yang kau dapatkan adalah sakit leher dan mata yang berkunang-kunang.
Hidup ibarat menaiki sepeda, agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangan, kita harus terus bergerak, dan mengayuhkan kaki.
Sebaik-baiknya perdagangan, adalah menjual amal baik untuk ditukarkan dengan surga.
Yang terbaik adalah : "Aku telah mencobanya", dan yang terburuk adalah : "Aku akan mencobanya"
Kadang kita lupa, bahwa untuk melihat diri kita, jalan terbaik adalah melalui mata orang lain.
Ingatlah, kepedihan kita hari ini akan terasa indah dan manis saat kita mengingatnya kelak.
Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman itu akan membawamu kepada puncak ke suksesan.
Tuhan sebenarnya tengah bermain catur dengan kehidupan kita. Dia menggerakkan bidak-bidaknya bernama tantangan, cobaan dan godaan, kemudian duduk kembali melihat reaksi kita. Jadi buatlah langkah terbaik sebelum Tuhan memberi kita Skak Mat.
Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat yang tulus, meski mereka berlaku buruk padamu.lngatlah bahwa penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tapi karena siapakah dirimu.
Burung Hantu dijadikan simbol kebijakan, karena Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia bicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak mencoba menjadi seperti burung hantu yg bijaksana itu?
Berduka, berkabung dan menyesali tak kan pernah mampu mengubah keadaan. Hanya bergerak, melangkah dan berbuatlah yang bisa menggantikan kedukaan menjadi kebahagiaan.
Berbuatlah dan jalankan semua impianmu, karena sebenarnya dalam dirimu telah terdapat energi dan kemampuan untuk melakukan apapun.
Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengamati dan mengurusi kesalahan orang lain.
Orang yang gagal selalu mencari jalan untuk menghindari kesulitan, sementara orang yang sukses selalu menerjang kesulitan untuk menggapai kesuksesan.
Sebenarnya kegagalan kita bukanlah karena adanya kesulitan yang menghambat langkah kita, Tetapi karena ketidak beranian untuk melawan rasa takut dalam diri.
Jadilah manusia yang pada saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tapi hanya kamu sendiri yang menangis. Dan pada saat kematianmu semua orang menangis sedih, tapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.
Bila kegagalan itu bagai hujan, dan keberhasilan bagaikan matahari, maka butuh keduanya untuk melihat pelangi.
Anda bisa memiliki apa pun yang Anda inginkan, jika Anda mampu menghilangkan keyakinan bahwa anda tidak akan mendapatkan yang anda inginkan.
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum anda miliki, maka Anda akan harus melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan.
Kebesaran Seseorang Tidak Terlihat Ketika Dia Berdiri Dan Memberi Perintah, tetapi ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mencapai yang terbaik dari diri mereka.
Semoga kata kata bijak di atas mampu memberikan anda motivasi dan semangat, menghadapi segala permasalahan kehidupan. Jangan lupa baca juga Kata Kata Mutiara yang Indah dan menyejukkan serta penuh Motivasi.
Original Source : Kata-Kata Mutiara Bijak - Kumpulan Kata Bijak Terbaik http://www.poztmo.com/2011/09/kata-kata-bijak-terbaik-terbaru.html#ixzz1jx46valS
Under Creative Commons License: Attribution
Bagi Anda yang tengah mencari kata-kata motivasi, atau kata-kata bijak untuk memotivasi, baik itu buat teman-teman yang tengah di rundung kesulitan atau permasalahan, ataupun untuk diri anda sendiri yang tengah terombang-ambing dalam kegalauan, atau juga untuk di koleksi sebagai bahan renungan, Anda kamu telah tepat masuk ke sini.
Kata-kata bijak ini khusus buat anda, dikumpulkan dari berbagai sumber yang sangat kredibel dalam memberikan berbagai petuah atau kata-kata bijaksana.
KATA-KATA MUTIARA BIJAK
kata-kata bijak
Setiap orang seharusnya melakukan 2 hal dengan kesungguh-sungguhan : mengerjakan hal yang sangat ia sukai, dan mengerjakan hal yang sangat ia benci.
Kemarahan adalah keadaan dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran, dan tindakan lebih cepat dari nurani.
Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.
Kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak investasi yang dia lakukan untuk memperoleh uang, tetapi seberapa besar investasi yang dia lakukan untuk memperoleh akhirat.
Senyum adalah anugrah Tuhan bagi setiap manusia yang mengandung cahaya kebaikan dan kesucian, membawa kedamaian bagi yang melihat, dan menumbuhkan welas asih bagi yang memberi. Maka tersenyumlah kepada semua orang.
Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri.
Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan ataupun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.
Betapa sulitnya manusia bersyukur atas nafas yang masih berhembus di badan. Namun betapa mudahnya manusia mengeluh hanya karena kakinya menginjak kotoran.
Apapun yang terjadi pada anda esok hari itu karena apa yang anda lakukan hari ini.
Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan.
Kepada orang bodoh sekalipun TUHAN mengirimkan keberuntungan, kepada orang gila sekalipun TUHAN memberikan rejeki kehidupan.
Saat kita menatap ke belakang sesungguhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan membangun masa depan.
Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.
Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
Duri dalam kaki sulit ditemukan, Apalagi duri dalam hati. Jika ada orang yang melihat duri di hatinya, mana mungkin kesedihan akan berkuasa?
Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan.Ada tangan kanan,ada tangan kiri.Ada yang pintar,ada yang bodoh.Jangan bilang kau tak pernah mengecap manisnya keberhasilan,jangan bilang kau gak pernah mengecap pahitnya kegagalan.Tapi biarlah semua seperti air mengalir dan lakukanlah yang terbaik didalam keseharianmu
Jika kamu takut melangkah, lihatlah bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Niscaya akan kau temukan, bahwa setiap manusia pasti akan jatuh. Hanya manusia terbaik lah yang mampu bangkit dari ke jatuhannya.
Tuhan adalah sebagaimana yang kamu pikirkan, Jika kau berpikir Tuhan itu Baik, maka Tuhan akan baik padamu. Namun jika kamu pikir Tuhan itu Buruk, maka Tuhan akan memperlakukan mu dengan Buruk.
Jika kamu tidak suka apa yang ada di sekeliling mu, ubahlah, setidaknya ubahlah dirimu sendiri. Ingat, kamu bukan sebatang pohon.
Manusia terbaik adalah yang selalu berusaha membuat orang lain senang. Lakukanlah walaupun kamu harus meninggalkan mereka dan sendirian.
Kelebihan kita adalah, kita mampu memulai, dan kita juga mampu untuk MENGAKHIRI.
Kita Selalu punya pilihan tiap hari. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok.
Jika kamu melihat dunia, maka lihatlah kebawah, karena jika kau menengadah, maka yang kau dapatkan adalah sakit leher dan mata yang berkunang-kunang.
Hidup ibarat menaiki sepeda, agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangan, kita harus terus bergerak, dan mengayuhkan kaki.
Sebaik-baiknya perdagangan, adalah menjual amal baik untuk ditukarkan dengan surga.
Yang terbaik adalah : "Aku telah mencobanya", dan yang terburuk adalah : "Aku akan mencobanya"
Kadang kita lupa, bahwa untuk melihat diri kita, jalan terbaik adalah melalui mata orang lain.
Ingatlah, kepedihan kita hari ini akan terasa indah dan manis saat kita mengingatnya kelak.
Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman itu akan membawamu kepada puncak ke suksesan.
Tuhan sebenarnya tengah bermain catur dengan kehidupan kita. Dia menggerakkan bidak-bidaknya bernama tantangan, cobaan dan godaan, kemudian duduk kembali melihat reaksi kita. Jadi buatlah langkah terbaik sebelum Tuhan memberi kita Skak Mat.
Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat yang tulus, meski mereka berlaku buruk padamu.lngatlah bahwa penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tapi karena siapakah dirimu.
Burung Hantu dijadikan simbol kebijakan, karena Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia bicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak mencoba menjadi seperti burung hantu yg bijaksana itu?
Berduka, berkabung dan menyesali tak kan pernah mampu mengubah keadaan. Hanya bergerak, melangkah dan berbuatlah yang bisa menggantikan kedukaan menjadi kebahagiaan.
Berbuatlah dan jalankan semua impianmu, karena sebenarnya dalam dirimu telah terdapat energi dan kemampuan untuk melakukan apapun.
Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengamati dan mengurusi kesalahan orang lain.
Orang yang gagal selalu mencari jalan untuk menghindari kesulitan, sementara orang yang sukses selalu menerjang kesulitan untuk menggapai kesuksesan.
Sebenarnya kegagalan kita bukanlah karena adanya kesulitan yang menghambat langkah kita, Tetapi karena ketidak beranian untuk melawan rasa takut dalam diri.
Jadilah manusia yang pada saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tapi hanya kamu sendiri yang menangis. Dan pada saat kematianmu semua orang menangis sedih, tapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.
Bila kegagalan itu bagai hujan, dan keberhasilan bagaikan matahari, maka butuh keduanya untuk melihat pelangi.
Anda bisa memiliki apa pun yang Anda inginkan, jika Anda mampu menghilangkan keyakinan bahwa anda tidak akan mendapatkan yang anda inginkan.
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum anda miliki, maka Anda akan harus melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan.
Kebesaran Seseorang Tidak Terlihat Ketika Dia Berdiri Dan Memberi Perintah, tetapi ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mencapai yang terbaik dari diri mereka.
Semoga kata kata bijak di atas mampu memberikan anda motivasi dan semangat, menghadapi segala permasalahan kehidupan. Jangan lupa baca juga Kata Kata Mutiara yang Indah dan menyejukkan serta penuh Motivasi.
Original Source : Kata-Kata Mutiara Bijak - Kumpulan Kata Bijak Terbaik http://www.poztmo.com/2011/09/kata-kata-bijak-terbaik-terbaru.html#ixzz1jx46valS
Under Creative Commons License: Attribution
Membangun Komunitas Muslim Ideal Dengan Ukhuwwah
*)
Oleh: Muhsin Hariyanto
Prawacana
Semua orang dihadapkan pada tanggung jawab sosial, mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap orang lain, bahkan kepada alam, di samping kepada Tuhan.
Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk mengerti bahwa hidupnya bukan hanya diperuntukkan bagi dirinya saja, tetapi juga kepada kepada orang lain.
Tanggung jawab setiap muslim adalah untuk menyadari bahwa dirinya adalah makhluk sosial yang harus berbuat baik dan bahkan (yang) “terbaik” untuk orang lain seperti ketika dirinya selalu berkeinginan untuk berbuat baik dan (yang) “terbaik untuk dirinya sendiri.
Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
(رواه البخارى عن أنس بن مالك)
Terjemah: “Seseorang di antara kamu sekalian tidak (akan) disebut sebagai orang yang beriman sehingga dia mencintai saudaranya seperti (ketika) dia mencintai dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik)
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ قَالَ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (رواه مسلم عن أنس بن مالك)
Terjemah : “Seseorang di antara kamu sekalian tidak (akan) disebut sebagai orang yang beriman sehingga dia mencintai saudaranya atau beliau katakan (mencintai) tetangganya seperti (ketika) dia mencintai dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat Muslim dari Anas bin Malik)
Hadis-hadis yang semakna juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi.
Di antara contoh kongkret ajaran Islam yang mengindikasikan perlunya seseorang peduli terhadap orang lain dan mengganggap orang lain adalah menjadi bagian dari tanggung jawabnya adalah kewajiban individual untuk “berzakat”. Zakat yang – secara normatif – dipahami sebagai kewajiban untuk mengeluarkan kelebihan harta yang dimiliki untuk orang yang berkekurangan dan membutuhkannya diasumsikan sebagai implementasi kongkret tanggung jawab sosial muslim kepada sesama manusia, yang dengan optimasi pelaksanaannya dimungkinkan terciptanya distribusi kemampuan-ekonomis yang adil dan merata, dan bahkan dalam perspektif sosio-ekonomi – secara tidak langsung – akan membantu upaya pemberdayaan masyarakat untuk berproduksi dan mengeliminasi budaya konsumtif.
Menggugah Kepedulian Sosial Melalui Penyadaran Berukhuwwah
Di antara nilai-nilai sosial kemanusiaan yang ditekankan oleh Islam adalah persaudaraan (ukhuwwah). Bahwa hendaknya manusia hidup di masyarakat itu saling mencintai dan saling menolong dan diikat oleh perasaan layaknya anak-anak dalam satu keluarga. Mereka saling mencintai, saling memperkuat, sehingga benar-benar terasa bahwa kekuatan saudara adalah kekuatannya, dan kelemahan saudaranya adalah kelemahannya. Dan bahwa sesungguhnya ia akan merasa kecil (tidak berarti) jika sendirian dan dia akan banyak (bernilai) manakala bersama saudara-saudaranya.**)
Al-Quran telah menjadikan bahwa hidup bersaudara itu suatu kenikmatan yang terbesar. Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Terjemah: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Âli ‘Imrân, 3: 103)
Al-Quran juga menjadikan persaudaraan dalam bermasyarakat di antara orang-orang mukmin sebagai konsekuensi keimanan yang tidak dapat terpisah satu sama lain di antara keduanya. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Terjemah: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS al-Hujurât, 49: 10)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِين َ(62) وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)
Terjemah: “Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Anfâl, 8: 62-63)
Rasulullah saw bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemah: Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lain. Ia tidak boleh menganiaya dan (tidak boleh juga) menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang bersedia memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah pun akan berkenan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan kepada seorang muslim, maka Allah akan melapangkan salah satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menutup keaiban seseorang muslim, maka Allah akan menutup keaibannya pada hari kiamat.” (Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar)
Sebuah hadis — yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari hadis Zaid bin Arqam — menjelaskan bahwa Rasulullah saw berdoa pada setiap selesai shalat (dengan doa) sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ أَنَا شَهِيدٌ أَنَّكَ أَنْتَ الرَّبُّ وَحْدَكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ – أَنَا شَهِيدٌ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ أَنَا شَهِيدٌ أَنَّ الْعِبَادَ كُلَّهُمْ إِخْوَةٌ
“Ya Allah ya Tuhan kami, dan Tuhan segala sesuatu serta pemiliknya, saya bersaksi bahwa Engkaulah Allah yang Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Ya Allah ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu dan pemiliknya, sesungguhnya kami bersaksi bahwa sesungguhnya seluruh hamba(Mu) adalah bersaudara.”
Dalam doa tersebut, pengakuan prinsip ukhuwwah (bersaudara) diletakkan setelah bersyahadah kepada Allah dengan mengesakan Dia dan bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah sebagai hamba dan rasul-Nya. Dalam ungkapan “Seluruh hamba (Mu) adalah saudara” ada dua makna yang keduanya sama-sama benar, yaitu:
Pertama, Sesungguhnya para hamba yang dimaksud di sini adalah seluruh manusia, mereka adalah bersaudara antara yang satu dengan lainnya, dengan alasan bahwa mereka semua putera Adam dan hamba Allah. Ini adalah Ukhuwwah Insâniyyah ‘Âmmah (persaudaraan universal antarmanusia).
Allah SWT telah mengutus sejumlah Rasul, yang di dalam al-Quran dinyatakan bahwa mereka itu adalah “bersaudara” bagi kaumnya, meskipun mereka kufur terhadap risalahnya. Karena adanya sisi persamaan dengan mereka di dalam (hal) jenis dan asal mula mereka, sebagaimana firman Allah SWT:
وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum `Âd saudara mereka, Hûd. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS al-A’râf, 7: 65)
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Onta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-A’raf, 7: 73)
وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyân saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.
Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (QS al-A’râf, 7: 85)
Kedua, Bahwa sesungguhnya yang dimaksud hamba di sini adalah khusus kaum Muslimin, karena kesamaan mereka dalam satu millah (agama). Mereka bersatu dalam satu aqidah yaitu mentauhidkan Allah, dan kiblat yang satu yaitu Ka’bah di Baitul Haram. Mereka mereka diikat oleh kitab yang satu yaitu Al-Quran dan Rasul yang satu yaitu Muhammad saw serta oleh satu
Manhaj yaitu Syari’at Islam.
Inilah yang disebut Ukhuwwah Dîniyyah (Islâmiyyah) khusus yang tidak bertentangan dengan yang pertama. Karena tidak saling menafikan antara yang khusus dan yang umum. Hanya saja ukhuwwah dîniyyah ini memiliki hak-hak yang lebih banyak, sesuai dengan ikatan aqidah dan syari’ah serta pemikiran dan tingkah laku.
Khâtimah
Setiap muslim dimotivasi untuk berperilaku asertif. Asertivitasnya harus ditunjukkan ke dalam tindakan yang seimbang antara: bertanggung jawab untuk dirinya dan orang lain. Dia (seorang muslim) bukanlah seorang yang berwatak egois, sekaligus bukan altruis. Dia adalah manusia yang dapat bersikap adil bagi dirinya dan (sekaligus) orang lain secara simultan.
Sikap-sikap seperti itulah yang harus dikedepankan oleh setiap muslim yang – implementasinya — dia tunjukkan ke dalam seluruh aspek kehidupan. Dia dilahirkan untuk dirinya sekaligus untuk orang lain dalam rangka menciptakan kebajikan individual dan (sekaligus) kolektif tanpa harus mempertentangkan keduanya.
Jadi, meskipun tradisi budaya kita – yang menonjol — saat ini ini adalah tradisi-budaya individualis, dengan semangat kompetitif, bukan harus berarti semangat kooperatif harus kita kubur hidup-hidup. Pada saatnya kita harus menjadi yang terdepan dan terbaik untuk menciptakan budaya tandingan, untuk menjadikan Islam menjadi “Yang Mengendalikan”, bukan “Yang Dikendalikan.”
Akhirnya, harus kita sadari bahwa semua proyek besar dakwah Islam itu adalah beban dan tanggung jawab kita bersama. Dan untuk itu harus kita katakan kepada diri kita: “isyhadû bi annâ muslimûn.”
*) Tulisan ini disusun berdasarkan dua artikel dari dua buku. Masing-masing dari: T.B. Irving, Islam dan Tanggung Jawab Sosial, Bandung: Pustaka, 1981; dan Yusuf al-Qaradhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur’an & Sunnah, (Malâmih al-Mujtama’ al-Muslim Alladzî Nasyûduh), Solo: Citra Islami Press, 1997.
**) Secara rinci uraian ini dapat dibaca dalam tiga (buku) karya Muhammad al-Ghazali: Al-Islâm Wa al-Audha’ al-Iqtishâdiyah; Al-Islâm Wa al-Manâhij al-Isytirâkiyah;” dan “Al-Islâm al-Muftarâ ‘Alaih.
Oleh: Muhsin Hariyanto
Prawacana
Semua orang dihadapkan pada tanggung jawab sosial, mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap orang lain, bahkan kepada alam, di samping kepada Tuhan.
Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk mengerti bahwa hidupnya bukan hanya diperuntukkan bagi dirinya saja, tetapi juga kepada kepada orang lain.
Tanggung jawab setiap muslim adalah untuk menyadari bahwa dirinya adalah makhluk sosial yang harus berbuat baik dan bahkan (yang) “terbaik” untuk orang lain seperti ketika dirinya selalu berkeinginan untuk berbuat baik dan (yang) “terbaik untuk dirinya sendiri.
Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
(رواه البخارى عن أنس بن مالك)
Terjemah: “Seseorang di antara kamu sekalian tidak (akan) disebut sebagai orang yang beriman sehingga dia mencintai saudaranya seperti (ketika) dia mencintai dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik)
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ قَالَ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (رواه مسلم عن أنس بن مالك)
Terjemah : “Seseorang di antara kamu sekalian tidak (akan) disebut sebagai orang yang beriman sehingga dia mencintai saudaranya atau beliau katakan (mencintai) tetangganya seperti (ketika) dia mencintai dirinya sendiri.” (Hadis Riwayat Muslim dari Anas bin Malik)
Hadis-hadis yang semakna juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi.
Di antara contoh kongkret ajaran Islam yang mengindikasikan perlunya seseorang peduli terhadap orang lain dan mengganggap orang lain adalah menjadi bagian dari tanggung jawabnya adalah kewajiban individual untuk “berzakat”. Zakat yang – secara normatif – dipahami sebagai kewajiban untuk mengeluarkan kelebihan harta yang dimiliki untuk orang yang berkekurangan dan membutuhkannya diasumsikan sebagai implementasi kongkret tanggung jawab sosial muslim kepada sesama manusia, yang dengan optimasi pelaksanaannya dimungkinkan terciptanya distribusi kemampuan-ekonomis yang adil dan merata, dan bahkan dalam perspektif sosio-ekonomi – secara tidak langsung – akan membantu upaya pemberdayaan masyarakat untuk berproduksi dan mengeliminasi budaya konsumtif.
Menggugah Kepedulian Sosial Melalui Penyadaran Berukhuwwah
Di antara nilai-nilai sosial kemanusiaan yang ditekankan oleh Islam adalah persaudaraan (ukhuwwah). Bahwa hendaknya manusia hidup di masyarakat itu saling mencintai dan saling menolong dan diikat oleh perasaan layaknya anak-anak dalam satu keluarga. Mereka saling mencintai, saling memperkuat, sehingga benar-benar terasa bahwa kekuatan saudara adalah kekuatannya, dan kelemahan saudaranya adalah kelemahannya. Dan bahwa sesungguhnya ia akan merasa kecil (tidak berarti) jika sendirian dan dia akan banyak (bernilai) manakala bersama saudara-saudaranya.**)
Al-Quran telah menjadikan bahwa hidup bersaudara itu suatu kenikmatan yang terbesar. Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Terjemah: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Âli ‘Imrân, 3: 103)
Al-Quran juga menjadikan persaudaraan dalam bermasyarakat di antara orang-orang mukmin sebagai konsekuensi keimanan yang tidak dapat terpisah satu sama lain di antara keduanya. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Terjemah: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS al-Hujurât, 49: 10)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِين َ(62) وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)
Terjemah: “Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Anfâl, 8: 62-63)
Rasulullah saw bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemah: Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lain. Ia tidak boleh menganiaya dan (tidak boleh juga) menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang bersedia memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah pun akan berkenan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan kepada seorang muslim, maka Allah akan melapangkan salah satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menutup keaiban seseorang muslim, maka Allah akan menutup keaibannya pada hari kiamat.” (Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar)
Sebuah hadis — yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari hadis Zaid bin Arqam — menjelaskan bahwa Rasulullah saw berdoa pada setiap selesai shalat (dengan doa) sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ أَنَا شَهِيدٌ أَنَّكَ أَنْتَ الرَّبُّ وَحْدَكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ – أَنَا شَهِيدٌ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ أَنَا شَهِيدٌ أَنَّ الْعِبَادَ كُلَّهُمْ إِخْوَةٌ
“Ya Allah ya Tuhan kami, dan Tuhan segala sesuatu serta pemiliknya, saya bersaksi bahwa Engkaulah Allah yang Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Ya Allah ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu dan pemiliknya, sesungguhnya kami bersaksi bahwa sesungguhnya seluruh hamba(Mu) adalah bersaudara.”
Dalam doa tersebut, pengakuan prinsip ukhuwwah (bersaudara) diletakkan setelah bersyahadah kepada Allah dengan mengesakan Dia dan bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah sebagai hamba dan rasul-Nya. Dalam ungkapan “Seluruh hamba (Mu) adalah saudara” ada dua makna yang keduanya sama-sama benar, yaitu:
Pertama, Sesungguhnya para hamba yang dimaksud di sini adalah seluruh manusia, mereka adalah bersaudara antara yang satu dengan lainnya, dengan alasan bahwa mereka semua putera Adam dan hamba Allah. Ini adalah Ukhuwwah Insâniyyah ‘Âmmah (persaudaraan universal antarmanusia).
Allah SWT telah mengutus sejumlah Rasul, yang di dalam al-Quran dinyatakan bahwa mereka itu adalah “bersaudara” bagi kaumnya, meskipun mereka kufur terhadap risalahnya. Karena adanya sisi persamaan dengan mereka di dalam (hal) jenis dan asal mula mereka, sebagaimana firman Allah SWT:
وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum `Âd saudara mereka, Hûd. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS al-A’râf, 7: 65)
وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Onta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-A’raf, 7: 73)
وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Terjemah: Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyân saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.
Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (QS al-A’râf, 7: 85)
Kedua, Bahwa sesungguhnya yang dimaksud hamba di sini adalah khusus kaum Muslimin, karena kesamaan mereka dalam satu millah (agama). Mereka bersatu dalam satu aqidah yaitu mentauhidkan Allah, dan kiblat yang satu yaitu Ka’bah di Baitul Haram. Mereka mereka diikat oleh kitab yang satu yaitu Al-Quran dan Rasul yang satu yaitu Muhammad saw serta oleh satu
Manhaj yaitu Syari’at Islam.
Inilah yang disebut Ukhuwwah Dîniyyah (Islâmiyyah) khusus yang tidak bertentangan dengan yang pertama. Karena tidak saling menafikan antara yang khusus dan yang umum. Hanya saja ukhuwwah dîniyyah ini memiliki hak-hak yang lebih banyak, sesuai dengan ikatan aqidah dan syari’ah serta pemikiran dan tingkah laku.
Khâtimah
Setiap muslim dimotivasi untuk berperilaku asertif. Asertivitasnya harus ditunjukkan ke dalam tindakan yang seimbang antara: bertanggung jawab untuk dirinya dan orang lain. Dia (seorang muslim) bukanlah seorang yang berwatak egois, sekaligus bukan altruis. Dia adalah manusia yang dapat bersikap adil bagi dirinya dan (sekaligus) orang lain secara simultan.
Sikap-sikap seperti itulah yang harus dikedepankan oleh setiap muslim yang – implementasinya — dia tunjukkan ke dalam seluruh aspek kehidupan. Dia dilahirkan untuk dirinya sekaligus untuk orang lain dalam rangka menciptakan kebajikan individual dan (sekaligus) kolektif tanpa harus mempertentangkan keduanya.
Jadi, meskipun tradisi budaya kita – yang menonjol — saat ini ini adalah tradisi-budaya individualis, dengan semangat kompetitif, bukan harus berarti semangat kooperatif harus kita kubur hidup-hidup. Pada saatnya kita harus menjadi yang terdepan dan terbaik untuk menciptakan budaya tandingan, untuk menjadikan Islam menjadi “Yang Mengendalikan”, bukan “Yang Dikendalikan.”
Akhirnya, harus kita sadari bahwa semua proyek besar dakwah Islam itu adalah beban dan tanggung jawab kita bersama. Dan untuk itu harus kita katakan kepada diri kita: “isyhadû bi annâ muslimûn.”
*) Tulisan ini disusun berdasarkan dua artikel dari dua buku. Masing-masing dari: T.B. Irving, Islam dan Tanggung Jawab Sosial, Bandung: Pustaka, 1981; dan Yusuf al-Qaradhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur’an & Sunnah, (Malâmih al-Mujtama’ al-Muslim Alladzî Nasyûduh), Solo: Citra Islami Press, 1997.
**) Secara rinci uraian ini dapat dibaca dalam tiga (buku) karya Muhammad al-Ghazali: Al-Islâm Wa al-Audha’ al-Iqtishâdiyah; Al-Islâm Wa al-Manâhij al-Isytirâkiyah;” dan “Al-Islâm al-Muftarâ ‘Alaih.
Langganan:
Postingan (Atom)