Cari Blog Ini

Sabtu, 22 Oktober 2011

berhajji

Barangsiapa yang Tawakkal pada Allah maka DIA akan mencukupinya

Barangsiapa yg tawakal pada Allah dengan sehaq-haqnya tawakal, maka Allah akan memberi dia rezki sebagaimana Allah memberi rezqi pada burung. Pagi-pagi lapar dia, dan sorenya sudah kenyang

Ibadah haji itu WAJIB hukumnya bagi setiap orang yang mengaku IMAN kepada Allah dan hari akhir, bila ia telah mampu membiayai perjalananya. MAMPU dalam hal ini adalah BIAYA, KESEHATAN & KEAMANANya. Dalam AlQur’an surah Al-Imron ayat 97: “ Walillaahi alannaasi hijjulbaitii manistatho’a ilaihi sabiilaa..Waman kafaroo fainnalloha ghoniiyyun ‘anill’aalamiin.” “…mengerjakan haj itui adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
Sebagai orang yang mengaku beriman, sudah seharusya kita semua memiliki NIAT untuk menunaikan usaha haji. Niat itu BUKAN hanya dalam HATI, namun harus ditindak lanjuti.
Bagaimana caranya? dengan D.U.I.T. 1. DO’A (tulis doa & dalilnya) **Sholat hajat khusus meminta agar bisa berangkat haji sebelum mati **Yakin dengan doanya sendiri (keyakinan kuat) bahwa Allah pasti mengabulkan Dalil…. 'Ud'unii astajib lakum' Berdo'alah maka akan Aku Kabulkan, begitu janji Allah 2. USAHA : a) Menabung (berapa pun, bahkan Rp 100,- setiap hari boleh, contoh nya kita sndiri). Ingat, dengan usaha itu Allah pasti akan memberi lancar rejekinya. Ingat dalil: wa man jahadu fina lanahdiyannahum subulana (barangsiapa yg bersungguh-sungguh di dalam jalan Allah, maka Allah akan menunjukkan jalanya). Entah jalan itu melalui kontrak kerja, usaha, hadiah, warisan, atau bahkan mendang undian. b) Ikut Arisan Haji: keuntungan dari ikut arisan ini adalah pahala yang terus-menerus setiap kali musin haji! Bagaimana mungkin? Ya iya lah… karena setiap kali ada anggota arisan yang menunaikan ibadah haji, maka kita ikut ‘iuran’ terhadap biaya hajinya itu bukan? Jadi, siapa pun yang menang haji tahun itu, semua anggota arisan akan mendapatkan pahala! Itulah nikmat dan keuntunganya. 3 & 4. IMAN & TAWAKKAL"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rizqi dari jalan yang tidak disangka-sangka" QS 65:2. Ya, dengan kekuatan takwa dan tawakal, Allah akan membukakan jalan dari hal yang sebelumnya tidak kita duga. Juga di QS 2: 3-5. Orang-orang yang beriman itulah yang mendapat petunjuk dan merekalah orang2 yang beruntung. Kekuatan iman dan takwakkal-lah yang benar-benar menggerakkan alam semesta mendukung (mestakung) Sebagai orang beriman kita harus MEMPERSUNGGUH bisa melaksanakan ibadah haji, sama dengan mempersungguh kita dalam melaksanakan sholat; sebab sama-sama WAJIB nya. Sama-sama RUKUN Islamnya.
KEUNTUNGAN ORANG HAJI 1. SEMPURNA islamnya, karena telah melaksanakan semua rukunnya 2. DIAMPUNI DOSAnya, sehingga ia kembali suci seperti bayi yang baru lahir 3. DIKABULKAN DOA nya, sebab telah diampuni dosanya, maka orang yang haji akan makbul doanya. Ditambah lagi, orang berhaji adalah orang yang hukumnya sedang dalam perjalanan, dimana orang musafir adalah makbul doanya. Berikut dalilnya…. 4. DIJAMIN SORGAnya. Tiada balasan bagi haji mabrur kecuali sorga 5. DIJAMIN KAYAnya. Haji itu menghilangkan kefakiran. Jadi orang yang sudah berangkat haji tidak akan jatuh miskin/fakir. Banyak kejadian dimana orang belum punya rumah, usaha dan hidupnya pas-pasan, rumah masih ngontrak, anak masih kecil, namun mempersungguh untuk pergi haji dahulu; akhirnya sepulang haji Allah memberi kelancaran rejeki dan menjadi orang kaya. Contoh: pemilik Bakso kepala sapi (ide dagang itu datangnya dari Allah bukan?) DIGANTI BIAYAnya. Semua biaya untuk pergi haji itu dianggap SODAKOH dan akan diberi pahala berlipat ganda, serta pasti diganti di dunianya. 6. DLL. masih banyak keuntungan yang lain. Oleh karena itu:
Kalau betrani ngaku IMAN harus punya niat haji Kalau ngaku iman harus berani HIDUP IRIT Kalau ngaku iman harus MEMPERSUNGGUH usaha dan doa agar bisa naik haji.
InsyaAlloh dalam waktu dekat Kami akan melaksanakan IBADAH HAJI bersama istri, berangkat dari Surabaya 11/12 dec 2007. Kepada pembaca Blog ini, kami Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan / perbuatan selama ini

Jumat, 21 Oktober 2011

Hidup Sehat Cara Rasulullah

“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebih dari dua kali.

Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.

Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.

Cara Rasulullah menjaga kesehatan

Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:

Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).
Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Keempat, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.

Kelima, istikamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.

Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Jafar Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara memanjakan mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.

Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani. Rmd/islm-mdnt

Kamis, 20 Oktober 2011

BIMBINGAN DAN PELATIHAN GAYA HIDUP SEHAT TANPA OBAT ( GANGGUAN DEABET, TENSI, ASAM URAT, MAAG,) Dengan pendekatan gaya hidup sehat islami

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke empat dengan jumlah penderita diabet,hiper tensi,asam urat dan maag, terbesar di dunia setelah Cina,India dan Amerika, diperkirakan jumlah ini akan selalu meningkat signifikan dari tahun ketahun dan termasuk penyakit yang mematikan di negeri kita tercinta…..dan seperti kita maklumi biang kerok gangguan ini ternyata perpangkal pada gaya hidup dan pola hidup terutama makan yang kerang sehat Dan seperti kita ketahui masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini telah memiliki gaya hidup Islami yan sangat kental dan sangat hidup.
Bimbingan dan pelatihan ini di kemas dalam paket pelatihan dengan pendekatan Program Motivated Partisipan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencicipi dan mengenali bagaimana pengalaman spiritual eperti berdzikir, pemahaman dan pengamalan laku ajaran ajaran kyai kampung dalam membimbing ummat dan jamaahnya mengenalkan ajaran ajaran sufistik dalam menggapai gaya hidup Islami yang sekaligus menghindari bahaya gangguan penyakit penyakit seperti gangguan diabet, asam urat hipertensi, dan maag melalui laku dan bergaya hidup muslim yang mustaqim serta sufistik, sekaligus merasakan indahnya pengalaman bergaya hidup Islami sufistiks menurut ajaran yang terisisa didalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam masyarakat, langsung dari akar rumput cagar amaliah Islami ummat Islam kampong. Komunitas Islam dengan dinamika yang keberadaanya sering tertinggal dari perhatian kita saat ini.

Islam kampung. namun tidak kampungan asli dengan ghazanah tradisi yang masih terpatri rapat keberadaannya belum tercemar, disana akan ditemukan warna islam kampong sejati yang tiba gilirannya nanti kita dapat memetik hikmah untuk kita sendiri didalam rengkuhan kedirian yang bersih dan sehat,

Program ini dikemas dikembangkan dengan pendekatan terpadu sistematis,kritis, prtisipan observation, program ini akan efektif dapat memfasilitasi dan membimbing penemuan jati diri, pengembangan diri dan gaya hidup islami yang telah dimiliki yang bermuara pada terbentuknya komunitas muslim yang berkwalitas. Memiliki kecerdasan rohani yang prima, kepekaan moral yang luhur serta keberdayaan spiritual yang solehserta sehat tanpa obat.

Sebagai program bimbingan yang berbasis mangemen da’wahtun nafs wa sehah, dan yang diletakan pada dasar dasar learning bay doing,learning by experient, ia menawarkan pendekatan safari relegieuse, pengenalan sekaligus terapy menikmati kehidupan beragama yang sehat dan telah ada didalam kehidupan sehari harinya secara praktis dari kehidupan nyata pada masyarakat kampung obyek, akan merangsang peserta menikmati dan menyontoh cara hidup Islami yang ada dengan tidak mengabaikan pengalaman peserta yang telah dimiliki sekaligus akan mengenali potensi yang sudahdimiliki, disamping mengenalidan menggali, mengarahkan potensi dan gaya hidup orang disekitarnya.

Mengenal adalah langkah awal yang akan dilanjutkan kesadaran menerima kenyataan dan berupaya mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya tanpa mengabaikan sejumlah keterbatasan yang dimilikinya menuju terbentuknya pribadi muslim yang sehat dan ber kepribadian kuat.

Tujan Umum program ini

1. Meningatkan kwalitas kepribadian Islam, yang tercermin dari peningkatan kwalitas pola pikir,bertindak dengan gaya hidup islami dengan tolok ukur Islam dan sehat ter hindardari gangguan sakit diabet,tekanan darah,mag dan asam urat.
2. Meningkatkan kualitas sikap, kecerdasan ruhani, kepekaan moral dan, keberdayaan religi.
3. Meningkatkan kerjasama dan komunitasnya.
4. memberikan pencerahan,penyegaran dan pemecahan masalah dari kebekuan diri dan bebas dari gangguan, deabet,asm urat, tekanan darah dan maag

Tujuan Khususnya adalah :

1. Membantu peserta menemukan jati diri sebagai seorang muslim kafah/kamil
2. Membantu peserta menemukan kelemahan dan kelebihan diri yang dimilikinya
3. Membantu peserta menigkatkan self konfidenya,mengembangkan diri, dan meninngkatkan
kepekaan dan saling pengertian atar peserta.
4. Membantu peserta menentukan tujuan hidup pribadi menghadapi tantangan. Dan
5. Mengatasi gangguan gangguan kesehatan pada dirinya.terutama ,diabet,asam urat,tekanan
darah dan mag.

Waktu dan peserta

Program ini dikemas kompak dalam sebuah paket 900 menit dalam dua hari satu malam efektif. Lokasi disebuah masjid pondok Mambaul Ulum Ngasinan Kelurahah Kediri Kecamatn Kediri
Jawa Timur. Bebas bagi umum

Methodologi

1.Peserta tinggal di pondok atau dirumahkan pada warga setempat
2. Materi disampaikan dengan cara curah pendapat, diskusi, dzikir dll

Fasilitator

Fasilitator tunggal : Mbah Yayin Rukhan Pensiunan Pelatuh Prgrma KB Nasional Khotib Masjid Jami” Mambaul Ulum Ngasinan Kelurahan Rejomulyo Kodia Kediri, Jawatimur.


PENGORGANIASASIAN DAN TATA LAKSANA

Untuk melaksanakan kegiat an ini di bentuk panitia tetap yang teridi dari dua komponen
Pertama :
Organizing Comite
yaitu sekelompok kerjra yang menangani semua fasilitas dan perlengkapan penyelengaraan kegiat mulai…. Penyebaran informasi serta pendanaan dan tata laksana kegiatan
Dan kedua
Steering Comite
yaitu kelompok kerja penyaji materi dan pembimbingan.
Kegiatan ini di laksanakan setiap minggu sekali yaitu pada hari sabtu dan minggu :
Mulai bakdo Dzuhur hari sabtu berakir dzukha hari minggu
Peserta di asramakan atau di titipkan kepada rumah tangga musin sekitar pondok.
Semoga Allah meridhoi dan memberkati amien ya robal alamin
Obyek tidak dikenakan biaya
Biaya ditanggung Panitia