Cari Blog Ini

Minggu, 11 Desember 2016

Allah membuat kita bahagia





 untuk apa mengejar bahagia, untuk apa mencari bahagia, bagi kita yang penting adalah niat untuk bahagia dan menyerahkan niat tadi dengan “lillahi taala” (ya Allah saya ihlas Engkau buat diriku bahagia). kemudian langkah terakhir adalah merelakan di arahkan Allah dengan sabar. tidak perlu berpikir ini dan itu karena kadang berpikir ini menghambat “pekerjaan Allah” untuk membuat kita bahagia.
Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah (18:39)
Pertolongan Allah turun karena kita niat dan dan berserah diri … jadi ayat diatas menegaskan bahwa
1. semua adalah kehendak Allah : makhluk tidak bisa berbuat apa apa dalam mewujudkan apa yang dia inginkan
2. secara kejiwaan kita di anugerahi oleh Allah 2 yaitu niat sebagai wujud keinginan kita dan yang kedua adalah berserah agar Allah mewujudkannya
3. Pertolongan Allah artinya Allah akan menolong kepada hambanya jadi apa yang berhasil kita raih nantinya itu adalah pertolongan Allah bukan usaha kita.
So… bila kita bahagia maka itu wujud dari pertolongan ALlah bukan “usaha” kita meraih bahagia…… tidak ada kata meraih dalam hal ini karena semua Allah yang membantu.
tapi ingat pemahaman ini bisa berbahaya : saya perlu menekankan lagi bahwa “konsep pertolongan Allah” membawa konsekwensi bahwa kita harus mengikuti apa apa yang dikehendaki Allah… karena pertolongan itu harus diikuti step by step…. sekali kita tidak mematuhi apa yang diperintahkan Allah maka pertolongan itu bisa batal dan otomatis keingininan kita tidak akan terwujud.

Sabtu, 29 Oktober 2016

GAYA HIDUP YANG DI RIHOI





Dalam proses kehidupan, setiap manusia pasti menginginkan dua hal untuk mewujudkan kehidupan yang mendekati kata sempurna walaupun pada kenyataannya tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah SWT. Namun setidaknya jika dua hal tersebut terpenuhi dalam setiap perjalanan hidup, jelas akan membuat manusia merasakan ketentraman lahir dan batin.
Sebut saja kedua hal tersebut adalah sebagai kebaikan atau yang juga disebut sebagai al-khair, dan juga kebahagiaan atau as-sa’adah. Dua hal tersebutlah yang harus dipenuhi oleh manusia yang menginginkan kehidupan yang luar biasa sejahtera. Hanya saja, untuk mewujudkan kedua hal tersebut memang bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan setiap orang memiliki cara yang berbeda ketika memahami keduanya. Sederhana saja kita sadari, dari perbedaan cara pandang yang akhirnya menjadi perbedaan persepsi itu memunculkan beragam cara hidup atau kerennya lebih populer disebut sebagai perbedaan gaya hidup. Bagi umat muslim, gaya hidup setiap individu telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya melalui Al Qur’an dan As Sunnah. Keduanya adalah penuntun yang paling tepat dan mutlaq jalan menuju ke arah jalan yang  lurus.
Namun, pergulatan zaman sepertinya telah mengubah sebagian besar kaum muslim dalam memahami tuntunan dalam menjalani hidup. Saat ini sebagian besar orang memang zaman bergaya hedonis, suka berfoya foya dan hanya memikirkan kepentingan duniawi saja. Sungguh hal tersebut sangat bertentangan dengan gaya hidup sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Berikut ini adalah beberapa Prinsip Gaya Hidup Islami yang Diridhai Allah
Untuk Ibadah
Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.
Baik dan Pantas
Segala gaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.
Halal dan Thayib
Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum islam, serta thayib atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.
Tanpa Kebohongan
Kehidupan dalam Islam sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.
Tidak Berlebihan
Gaya hidup islami juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar memubadzirkan sesuatu.\ mbah yayin